Manajemen keamanan siber (cybersecurity) yang efektif sangat penting bagi semua organisasi, terutama yang menggunakan sistem industri seperti ICS (Industrial Control System). Saat ini, sudah banyak standar dan panduan yang bisa digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan keamanan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis berdasarkan standar yang sudah diakui, khususnya saat membangun sistem manajemen keamanan siber (CSMS) untuk lingkungan industri. Dua pendekatan utama yang bisa membantu adalah:
-
Menggunakan konsep defense-in-depth (keamanan berlapis)
-
Memilih vendor yang menyediakan solusi secure-by-design (aman sejak awal desain)
Kedua hal ini akan mempermudah pengambilan keputusan dalam menjaga keamanan sistem industri.
Elemen Penting dalam Sistem Manajemen Keamanan Siber (CSMS)
Untuk memahami CSMS, kita bisa mengacu pada standar internasional IEC 62443, yang dirancang khusus untuk mengamankan sistem kontrol industri.
Standar ini memberikan panduan lengkap, tetapi terkadang sulit untuk langsung diterapkan. Oleh karena itu, berikut adalah elemen utama dalam membangun CSMS:
1. Memulai Program CSMS
-
Mendapatkan dukungan dari manajemen
-
Menjelaskan pentingnya keamanan siber bagi perusahaan
2. Analisis Risiko Tingkat Tinggi
-
Mengidentifikasi risiko utama
-
Menentukan prioritas risiko
3. Analisis Risiko Detail
-
Menganalisis kerentanan teknis secara lebih mendalam
4. Menetapkan Kebijakan dan Kesadaran Keamanan
-
Membuat aturan keamanan
-
Menentukan struktur organisasi
-
Meningkatkan kesadaran karyawan
5. Menerapkan Langkah Pengamanan
-
Mengurangi risiko dengan solusi teknis maupun prosedur
6. Memelihara CSMS
-
Memastikan sistem keamanan tetap berjalan efektif
-
Menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis
Peran Penting dalam Keamanan Siber
Dalam sistem ini, ada beberapa pihak yang berperan:
-
Pemilik aset (perusahaan)
-
Integrator sistem
-
Penyedia produk (vendor)
Mereka harus bekerja sama untuk:
-
Menganalisis risiko
-
Memantau sistem
-
Meningkatkan keamanan secara terus-menerus
Prinsip 1: Menggunakan Defense-in-Depth (Keamanan Berlapis)
Salah satu masalah umum dalam sistem industri adalah penggunaan jaringan datar (flat network), di mana semua perangkat bisa saling terhubung tanpa batas.
Risikonya:
-
Data sulit dikontrol
-
Ancaman mudah menyebar
-
Kinerja jaringan bisa menurun
Solusinya: Defense-in-Depth
Konsep ini mirip dengan strategi militer:
-
Menggunakan banyak lapisan perlindungan
-
Membagi jaringan menjadi beberapa zona
Setiap zona:
-
Memiliki tingkat keamanan berbeda
-
Disesuaikan dengan tingkat risiko
Menentukan Tingkat Keamanan (Security Level)
Dalam standar IEC 62443, ada tingkat keamanan (Security Level / SL):
-
SL1 → Ancaman ringan (tidak disengaja)
-
SL2 → Serangan sederhana
-
SL3 → Serangan dengan sumber daya menengah
-
SL4 → Serangan tingkat tinggi (canggih)
Tidak semua sistem harus memiliki keamanan tertinggi. Perlu dilakukan analisis untuk menentukan kebutuhan yang tepat.
Menyeimbangkan Risiko dan Biaya
Penting untuk memahami bahwa:
-
Keamanan tinggi = biaya tinggi
-
Tidak semua bagian sistem membutuhkan proteksi maksimal
Jenis pengamanan yang bisa digunakan:
-
Teknis → firewall, enkripsi
-
Administratif → kebijakan, SOP
-
Fisik → pengamanan ruangan
Memilih Komponen yang Sudah Diamankan (Hardened Components)
Selain jaringan, perangkat yang digunakan juga harus aman.
Standar IEC 62443-4-2 mengatur keamanan untuk:
-
Aplikasi software
-
Perangkat embedded
-
Server (host)
-
Perangkat jaringan
Ada 7 aspek penting keamanan:
-
Autentikasi pengguna
-
Kontrol akses
-
Integritas sistem
-
Kerahasiaan data
-
Pembatasan aliran data
-
Respons terhadap kejadian
-
Ketersediaan sistem
Untuk memudahkan, pilih produk yang sudah tersertifikasi oleh lembaga seperti:
-
Bureau Veritas
-
ISA Secure
Prinsip 2: Memilih Vendor Secure-by-Design
Selain perangkat, vendor juga sangat penting.
Kenapa?
Karena sistem biasanya terdiri dari berbagai produk dari vendor berbeda.
Risikonya:
-
Jika satu vendor bermasalah, seluruh sistem bisa terdampak
Hal yang Harus Diperhatikan dari Vendor:
-
Dukungan setelah pembelian (after-sales support)
-
Update keamanan (patch)
-
Respons terhadap kerentanan
-
Proses pengembangan yang aman
Standar IEC 62443-4-1 mengatur bagaimana vendor harus:
-
Mendesain produk dengan aman
-
Memelihara sistem
-
Mengelola kerentanan
Vendor yang baik biasanya memiliki tim khusus keamanan, seperti:
-
Tim respons insiden keamanan
Kesimpulan
Melindungi sistem kontrol industri bukanlah hal yang mudah, karena sistem ini kompleks dan sangat penting bagi operasional.
Untuk meningkatkan keamanan, ada dua langkah utama yang bisa dilakukan:
1. Gunakan Defense-in-Depth
-
Membagi jaringan menjadi beberapa lapisan
-
Mengurangi risiko penyebaran serangan
2. Pilih Vendor Secure-by-Design
-
Memastikan perangkat aman sejak awal
-
Mendapat dukungan keamanan jangka panjang
Selain itu, penting juga untuk:
-
Menentukan tingkat keamanan sesuai kebutuhan
-
Menyeimbangkan antara biaya dan risiko
-
Memilih produk yang sudah tersertifikasi
Dengan pendekatan ini, organisasi dapat:
-
Mengurangi risiko serangan siber
-
Menjaga operasional tetap berjalan
-
Meningkatkan keandalan sistem industri
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan moxa indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi moxa.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
