Di era industri modern, jaringan OT (Operational Technology) semakin terhubung dengan jaringan IT perusahaan. Mesin produksi, PLC, sensor, dan perangkat serial lama kini tidak lagi bekerja secara terpisah. Semua mulai terkoneksi untuk mendukung otomatisasi, monitoring real-time, dan efisiensi operasional.
Namun di balik kemudahan tersebut, muncul risiko keamanan siber yang semakin besar.
Banyak perusahaan masih menggunakan perangkat OT lama dengan konfigurasi keamanan yang minim. Bahkan tidak sedikit perangkat yang masih menggunakan password default, firmware lama, atau komunikasi data tanpa enkripsi.
Masalahnya, perangkat edge OT kini menjadi sasaran empuk bagi hacker. Jika dibiarkan, perangkat tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju sistem produksi dan infrastruktur penting perusahaan.
Artikel ini membahas tujuh pemeriksaan keamanan penting yang dapat membantu perusahaan menilai risiko keamanan OT Edge sekaligus memenuhi tuntutan keamanan dari tim IT dan regulator.
Mengapa OT Edge Menjadi Target Serangan?
Perangkat edge adalah perangkat yang berada di lapisan paling dekat dengan mesin atau perangkat industri, seperti:
-
Serial device server
-
Gateway protocol
-
PLC connector
-
Industrial router
-
Sensor gateway
Banyak perangkat ini sudah digunakan bertahun-tahun tanpa update keamanan.
Dulu kondisi ini dianggap aman karena jaringan OT terpisah dari internet. Namun sekarang, saat IT dan OT mulai terhubung, perangkat edge lama justru menjadi titik paling lemah dalam keamanan industri.
Hacker tahu bahwa perangkat OT sering:
-
Jarang di-update
-
Menggunakan password bawaan
-
Tidak memiliki monitoring
-
Tidak mendukung enkripsi modern
Akibatnya, perangkat edge menjadi jalan tercepat untuk masuk ke sistem industri.
7 Pemeriksaan Keamanan Penting untuk OT Edge
Berikut tujuh hal penting yang perlu diperiksa untuk mengetahui apakah perangkat OT Anda masih aman atau justru berisiko tinggi.
1. Login Security
Pertanyaannya:
Apakah perangkat masih menggunakan username dan password default seperti:
-
admin/admin
-
admin/1234
-
root/password
Jika jawabannya “ya”, maka perangkat sangat berbahaya.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
Wajib ganti password default
-
Gunakan role-based access
-
Batasi hak akses pengguna
Dengan cara ini, hanya orang tertentu yang bisa mengakses perangkat penting.
2. Data Encryption
Pertanyaannya:
Apakah data yang dikirim dari perangkat OT masih bisa dibaca secara langsung jika disadap?
Jika komunikasi tidak dienkripsi, hacker dapat mencuri atau memanipulasi data dengan mudah.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
Gunakan enkripsi data
-
Authentication system
-
Digital certificate
Enkripsi membantu menjaga data tetap aman saat dikirim melalui jaringan.
3. Access Control
Pertanyaannya:
Apakah semua komputer di jaringan bisa langsung mengakses perangkat OT?
Jika iya, maka risiko serangan menjadi sangat besar.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
IP Whitelisting
-
Access Control List (ACL)
-
Menonaktifkan service yang tidak digunakan
Tujuannya agar hanya perangkat tertentu yang diizinkan terhubung.
4. Anti-Tampering Protection
Pertanyaannya:
Jika hacker memasang firmware palsu ke perangkat, apakah perangkat tetap menjalankannya?
Jika iya, maka perangkat sangat rentan diretas.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
Secure Boot
-
Hardware Root of Trust
Fitur ini memastikan perangkat hanya menjalankan firmware resmi dan terpercaya.
5. Digital Footprints atau Log Aktivitas
Pertanyaannya:
Jika ada orang mengubah konfigurasi perangkat jam 3 pagi, apakah ada catatan siapa yang melakukannya?
Tanpa log aktivitas, perusahaan sulit melakukan investigasi saat terjadi masalah.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
System log
-
Incident logging
-
Timestamp recording
Dengan logging yang baik, semua aktivitas dapat dilacak dengan jelas.
6. Mass Management
Pertanyaannya:
Apakah perangkat masih dikelola satu per satu secara manual?
Jika perusahaan memiliki ratusan perangkat OT, pengelolaan manual akan sangat merepotkan.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
Centralized management
-
RADIUS
-
TACACS+
-
Remote Syslog
Dengan manajemen terpusat, administrator dapat:
-
Mengelola akun pengguna
-
Memantau log
-
Melakukan konfigurasi massal
-
Menghemat waktu kerja
7. Security Updates
Pertanyaannya:
Apakah perangkat sudah menerima update keamanan dalam 24 bulan terakhir?
Jika belum, kemungkinan besar perangkat memiliki celah keamanan yang belum diperbaiki.
Solusi yang Dibutuhkan:
-
Firmware update rutin
-
Vendor vulnerability management
-
Patch management
Update keamanan sangat penting untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan hacker.
Mengapa Keamanan OT Tidak Bisa Diabaikan?
Banyak perusahaan masih menganggap keamanan OT sebagai biaya tambahan. Padahal kenyataannya, mengabaikan keamanan justru bisa menyebabkan kerugian jauh lebih besar.
Contohnya:
-
Downtime produksi
-
Kehilangan data operasional
-
Kerusakan sistem
-
Gangguan supply chain
-
Denda regulasi
-
Biaya pemulihan serangan ransomware
Bahkan proses maintenance manual juga sangat mahal.
Misalnya:
Mengupdate 200 perangkat edge secara manual bisa memakan waktu sekitar 50 jam kerja dan harus dilakukan berkala setiap beberapa bulan.
Karena itu otomatisasi dan sistem keamanan modern menjadi investasi penting untuk efisiensi jangka panjang.
Regulasi Keamanan Industri Semakin Ketat
Saat ini regulasi keamanan siber mulai berubah dari sekadar “best practice” menjadi kewajiban hukum.
Salah satunya adalah:
-
Cyber Resilience Act (CRA) dari Uni Eropa
Regulasi ini mendorong perusahaan agar menggunakan perangkat yang memenuhi standar keamanan modern.
Karena itu perusahaan perlu memilih perangkat OT yang sudah mendukung standar keamanan industri seperti:
-
IEC 62443
Solusi dari Moxa untuk Keamanan OT Edge
Moxa menyediakan solusi jaringan industri yang dirancang khusus untuk keamanan OT modern.
Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain:
-
Moxa NPort
-
Moxa MGate G2 Series
Perangkat ini mendukung:
-
Enkripsi data
-
Secure boot
-
Access control
-
Logging
-
Firmware security
-
Standar IEC 62443
Dengan fitur tersebut, perusahaan dapat meningkatkan keamanan tanpa mengganggu operasional produksi.
Kesimpulan
Konvergensi antara IT dan OT membuat keamanan jaringan industri menjadi semakin penting. Perangkat edge yang dulu dianggap aman kini justru menjadi target utama serangan siber.
Melalui tujuh pemeriksaan keamanan sederhana ini, perusahaan dapat mengetahui apakah sistem OT mereka masih aman atau sudah berisiko tinggi.
Fokus utama yang perlu diperhatikan adalah:
-
Login security
-
Enkripsi data
-
Access control
-
Logging
-
Update firmware
-
Manajemen terpusat
Dengan strategi keamanan yang tepat, perusahaan tidak perlu lagi memilih antara keamanan atau stabilitas operasional. Keduanya bisa berjalan bersamaan untuk mendukung industri yang lebih aman, efisien, dan siap menghadapi tantangan digital di masa depan.
moxa Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi moxa.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
